Mandat Yang Dikhianati

Share this...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInEmail this to someone

oleh: Aliansi Nusantara

Sebuah media televisi secara lugas memberitakan sejumlah pucuk pimpinan parpol yang telah dijebloskan ke dalam jeruji besi, yang selanjutnya tidak ketinggalan media tersebut membuat rincian sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara yang juga telah berstatus sebagai narapidana. Mungkin sebagian dari kita melihat tayangan tersebut hanya semata-mata persoalan korupsi saja. Namun sesungguhnya, apabila kita cermati secara mendalam, ada makna  yang lebih dari sekedar korupsi yaitu PENGKHIANATAN.

Sebagai pejabat publik yang dipilih oleh rakyat, ada sejumlah komitmen yang telah mereka khianati. Pengkhianatan yang pertama, ketika mereka yang diamanati untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, pada kenyataannya mereka justru melalaikan amanat tersebut dengan mensejahterakan diri mereka sendiri, kelompoknya, dan tentu biasanya berdampak kepada keluarga dan orang-orang terdekatnya. Perbuatan mereka ini justru telah semakin menyengsarakan rakyat, sebab anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi pembangunan fasilitas rakyat dan bantuan-bantuan untuk mempermudah rakyat mendapatkan hak ekonominya malah mereka rampas untuk kepentingan pribadi maupun kelompoknya.

Selanjutnya, pengkhianatan mandat rakyat kepada mereka untuk mengurus manajemen negara. Melalui mekanisme apapun, termasuk pemilu atau pemberian jabatan yang disebabkan keahlian atau kapasitas dan kompetensinya, justru mereka mengelabui rakyat dengan lebih mengutamakan mengurus kepentingan pribadi dan partai politiknya. Hal ini rasanya sudah sangat akrab dimata dan telinga kita, karena berlangsung secara terang-terangan dalam setiap sendi kehidupan.

Pengkhianatan-pengkhianatan ini terjadi terus-menerus dan seakan tidak dapat dicegah, atau bahkan memang sengaja didiamkan saja karena takut akan ancaman atau intimidasi kekuasaan. Selain itu, diduga ada juga pengkhianatan yang dilakukan secara berjamaah melalui berbagai macam persengkokolan jahat yang direncanakan secara rapi.

Bagaimana sikap rakyat seharusnya? menghadapi orang-orang semacam ini, rakyat selaku pemberi mandat sudah selayaknya untuk mempertimbangkan secara arif dan cerdas. Pertama, dengan tegas segara mencabut mandat kepada orang-orang yang telah mengkhianatinya. Kedua, menunggu sampai dengan waktu dan iklim politik yang tepat, lalu melalui sistem dan mekanisme konstitusi yang legal, baru mencabut mandat kepada mereka tersebut.

Hanya dengan pendidikan politik yang tepat dan dilakukan secara terus-menerus, kesadaran politik rakyat akan tumbuh. Praktik-pratik money politic adalah salah satu penyakit kronis yang harus dibasmi agar demokrasi dapat tegak dibumi nusantara ini. Kebutuhan fasilitas publik dan pelayanan yang optimal oleh penyelenggara negara, jauh lebih mahal harganya dibandingkan dengan praktik money politic yang hanya menghasilkan tipu daya muslihat bagi penjahat haus kekuasaan yang bertopeng pejabat.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*